Jumat, 29 Juni 2012

M.FILES

0 komentar
M.FILES

Secara normal, ketika diberikan instruksi satu garis, MATLAB akan langsung memprosesnya dan menampilkan hasilnya. MATLAB juga mampu memproses sebuah instruksi berurut yang dimasukkan ke dalam file dengan tingkatan m. File MATLAB dengan ekstensi m disebut m-file. Terakhir, mengenai file ASCII, yang dapat menciptakan editor teks atau word prosesor. Sebagai daftar file-m untuk pengalamatan arus dalam disk anda, anda dapat menggunakan instruksi MATLAB what. Instruksi MATLAB, type, dapat digunakan untuk menampilkan isi yang lebih spesifik dari  sebuah file. M-file dapat menjadi file naskah atau file fungsi, ataupun keduanya. File naskah dan file fungsi keduanya mengandung sebuah instruksi berurut. Tetapi, file fungsi sebatas argumentasi dan nilai balik saja.

File NASKAH

File naskah khusus digunakan untuk analisis dan masalah desain yang menghendaki instruksi MATLAB secara berurut dan terus menerus. Bila menulis menggunakan text editor atau word processor pada file naskah, file tersebut dapat dipanggil dengan memasukkan judul file yang bersangkutan pada m-file, tanpa ekstensi.keadaa dalam sebuah file naskah beroprasi secara global di dalam ruang kerja untuk data. Umumnya, ketika m-file sedang mengeksekusi, seluruh instruksi tidak akan tampil dilayar. Instruksi echo pada MATLAB dapat berfungsi untuk menampilkan seluruh m-file ketika seluruhnya sedang mengeksekusi. Sebagai ilustrasi penggunaan file naskah, yakni pada sebuah file naskah akan diisi dengan bilangan komplek sederhana yang dekspresikan dengan huruf z.

Contoh
Solusi
Program berikut menunjukkan file naskah yang digunakan untuk evaluasi  bilangan komplek, z, dan menunjukkan hasil kebentuk polaritas.
           
            %evaluasi z
            %memasukkan bilangan komplek
            Z1 = 3+4*j;
            Z2 = 5+2*j;
            theta = ()*pi; %sudut dalam radian
Z3 = 2*exp(j*theta);
Z4 = 3+6*j;
Z5 = 1+2*j;
%Z_rect adalah bilangan komplek Z dalam bentuk rectangular
disp(‘Z dalam bentuk rectangular adalah’); %menampilkan kalimat di dalam
tanda kurung
Z_rect = Z1* Z2* Z3/(Z4+Z5);
Z_rect
Z_mag = abs(Z_rect); %besaran scalar Z
Z_angle = angle(Z_rect)*(180/pi); %sudut dalam derajat
disp(bilangan komplek Z dalam bentuk polar, scalar, fase);
%menampilkan teks yang di dalam kurung
Z_polar = [Z_mag, Z_angle]
diary

Program di atas berjudul ex1_2.m. Didalamnya termasuk disk yang menyertai isi dari buku ini. Untuk mengeksekusikannya, ketik ex1_2 pada MATLAB command window. Adapun hasil yang didapatkan adalah:

            Z dengan bentuk rectangular:
                        Z_rect = 1.9108 + 5.7095i

            Bilangan komplek Z dengan bentuk polar (scalar dan fase):
                        Z_polar = 6.0208      71.4699

File fungsi

File fungsi adalah salah satu file yang terdapat pada m_file, yang berfungsi untuk menciptakan fungsi-fungsi baru atau laen pada MATLAB. Terdapat dua fungsi local di dalamnya yaitu, fungsi batas dan manipulasi variable. kedua fungsi tersebut harus berupa argument agar dapat leluasa masuk-keluar pada file fungsi.
Adapun bentuk umum dari sebuah file fungsi adalah:
           
            Varibel fungsi(s) = fungsi_nama (argumen)
            %merupakan teks Bantu dalam penggunaan file fungsi.
            %
            .
            .
            End

Untuk mengilustrasikannya penggunaan dari file fungsi dan tata cara untuk penulisan m-file fungsi, mari kita belajar melalui dua contoh berikut:
Contoh 1.3
Buatlah sebuah file fungsi untuk memecahakan persamaan resistansi yang dihubungkan secara seri, yakni R1, R2, R3…., Rn!!!

Solusi ex1.3
            Skrip pada MATLAB
                        Function req = equiv_sr(r)
            %equiv_sr = sebuah program fungsi untuk menampilkan hasil yang
dicapai
%               = persamaan resistansi yang di seri
%               = hubungan antarresistor
%guna: req = eqiv_sr(r)
%         r = sebuah input dalm bentuk vector sepanjang n
%         req = output, persamaan resistansi dalam bentuk scalar
%
n = panjang (r); % nilai resistor
req = jumlah (r); %jumlah total resistor
end                     %akhir program

Skrip MATLAB di atas dapat ditemukan pada file fungsi yang berjudul equiv_sr.m, untuk mengeksekusikn program tersebut.

Misalnya, kita ingin menuliskan sebuah rangkaian seri dari resistor yang memiliki nilai 10, 20, 15, 16, dan 5 ohm. Maka kita dapat menuliskan ke dalam MATLAB sebagai berikut:
                        a = [10   20   15  16   5];
                        Rsesies = equiv_sr(a)
diary

            Hasil akhir yang dicapai pada MATLAB adalah:
                        Rseries = 66

Contoh 1.4
Buatlah sebuah fungsi MATLAB untuk menghasilkan akar kuadrat pada persamaan
ax2 + bx +c = 0

Solusi 1.4
            Skrip MATLAB
                        Fungsi rt = rt_quad(coef)
                        %
                        %rt_quad = fungsi untuk menghasilkan akar dari sebuah persamaan
        kuadrat
                        %kegunaan: rt = rt_quad(coef)
                        %                 coef = koefisien a,b,c dari persamaan kuadrat
                        %                 persamaan ax*x + bx + c = 0
                        %                 rt = akar
                        % koefisien a, b, c, dhasilkan dari koefisien vector
                        a =coef(1); b = coef(2); c = coef (3);
                        int = b^2 – 4*a*c;
                        if int > 0
                            srint = sqrt(int);
                            x1 = (-b + srint)/(2*a);
                            x2 = (-b - srint)/(2*a);

                        elseif int = 0
                            x1 = -b/ (2*a);
                            x2 = x1;
                        elseif int < 0
                            srint = sqrt(-int);
                            p1 = -b / (2*a);
                            p2 = srint / (2*a);
                            x1 = p1 + p2*j;
                            x1 = p1 – p2*j;
                        end
                        rt = [x1;
                                x2];
                        end

Skrip MATLAB di atas dapat ditemukan pada file fungsi yang telah tersimpan dengan judul rt_quad.m, sehingga memudahkan untuk pengeksekusian program tersebut.

Kita dapat memanfaatkan file fungsi rt_quad, untuk menemukan akar-akar dari suatu persamaan kuadrat berikut:
1.      x2 +3x +2 = 0
2.      x2 +2x +1 = 0
3.      x2 -2x +3 = 0
Ketiga persamaan di atas dapat ditemuklan pada m-file ex1_4.m, yang merupakan program untuk mencapai hasil akhirdalam bentuk akar:
                        diary ex1_4.dat
                        ca = [1 3 2];
      ra = rt_quad(ca)
      cb = [1 2 1];
      rb = rt_quad(cb)
      cc = [1 -2 3];
      rc = rt_quad(cc)
      diary

Ketiklah ex1_4 dan hasil akhir yang dicapai, ke dalam  MATLAB command window. Hingga akan ditampilkan hasil akhir berikut:
                        ra =
                                    -1
                                    -2
                        rb =
                                    -1
                                    -1
                        rc =
1.0000 + 1.4142j
1.0000 – 1.4142j

Berikut ini merupakan ringkasan mengenai aturan dalam menulis m-files fungsi dalam MATLAB:
1.      Kata, fungsi, menunjukkan sebagai kata pertama dalam sebuah file fungsi. Yang diikuti oleh sebuah output dalam bentuk argument, tanda sama dengan (=) dan judul fungsi tersebut. Argumen dari fungsi tersebut mengikuti judul fungsi dan yang di dalamnya berisi sisipan.
2.      Informasi yang mengikuti fungsi, diawali dengan tanda %, yang menunjukkan bagaimana fungsi tersebut digunakan dan argument apa saja yang dapat diizinkan untuk lewat pada file fungsi. Info ini ditampilkan jika diminta bantuan untuk judul dari fungsi yang dimaksud.
3.      MATLAB dapat menerima input dann output argument secara berulang kali.
4.      Jika sebuah fungsi akan digunakan lebih dari sekali, maka jumlah keseluruhan penggunaan menjadi sebuah vector dalam fungsi. Contohnya,
fungsi[rata-rata, simpangan] = data_in(x)
akan berulang untuk penggunaan fungsi yang menunjukkan nilai rata-rata    
dan simpangan dalam bentuk vector x. Rata-rata dan simpangan dihitung dengan menggunakan fungsi.
5.      jika sebuah fungsi memiliki lebih dari satu argument input, maka keadaan fungsi menunjukkan daftar yang berisi input argument yang dimaksud. Contohnya
fungsi [rata-rata, simpangan] = data (x,n)
                        akan menampilkan nilai rata-rata dan nilai simpangan berkali-kali sebuah
vector sebanyak n.
6.      Setiap mengakhiri program dalam bentuk file fungsi harus disertai dengan “end”. 
Continue reading →

Bilangan Komplek Pada Matlab

0 komentar
Dengan MATLAB kita juga dapat memecahkan masalah bilangan komplek. Bilangan komplek biasanya mengggunakan symbol “i” atau “j”. Sebagai contoh, untuk z = 2 + j2 jika dimasukkan ke dalam MATLAB dapat ditulis seperti bentuk berikut:

                        Z = 2 + 2*i

Atau

                        Z = 2 + 2*j


Sedangkan, untuk bilangan komplek za seperti:
Dapat diekspresikan dengan MATLAB dalam bentuk:

                                                              za = 2*sqrt (2)*exp ((pi/4)*j)

Itu semua perlu diingat bahwa ketika bilangan-bilangan komplek dimasukkan sebaai elemen matrik ke dalam tanda kurung, salah satunya harus diberi beberapa spasi. Sebagai contoh:
            y = 3+j4 

ekspresi dalam MATLAB adalah
            y = 3+4*j

Jika diberi spasi diantara tanda “+”,seperti berikut
            U = 3 + 4*j

Pada MATLAB keadaan tersebut dianggap sebagai dua bilangan terpisah, sehingga y tidak akan sama dengan u.

Jika w berbentuk matrik dengan elemennya bilangan komplek, seperti berikut:
                        w = 1+j1          2-j2
                               3+j2          4+j3

Maka kita dapat mengekspresikan ke dalam bentuk MATLAB berikut:
                        w = [1+j  2-2*j ; 3+2*j  4+3*j]

dengan hasil akhir berikut:
                        w =
                                    1.0000 + 1.0000i         2.0000 - 2.0000i
                                    3.0000 + 2.0000i         4.0000 + 3.0000i
Jika input sebuah matrik merupakan bilangan komplek, setelah diberi tanda petik satu (‘) akan menghasilkan suatu bentuk transpose. Yakni,
                        wp = w’

akan menghasilkan; wp =
      1.0000 - 1.0000i    3.0000 - 2.0000i
                                          2.0000 + 2.0000i   4.0000 - 3.0000i

Untuk membatalkan bentuk transpose pada matrik bilangan komplek, kita dapat menambahkan tanda titik (.) sebelum tanda petik satu, hingga seperti (.’). Sebagai contoh,
                        wt = w.’

akan menghasilkan; wt =
      1.0000 + 1.0000i   3.0000 + 2.0000i
                                          2.0000 - 2.0000i    4.0000 + 3.0000i



Tanda titik dua

Tanda titik dua merupakan salah satu tanda terpenting diantara banyak tanda lainnya dalam MATLAB yang berfungsi sebagai operator. Tanda tersebut dapt digunakan:
1)      Untuk membuat vektor dan matrik
2)      Sebagai spesifikasi sub-matrik dan vector
3)      Untuk membentuk suatu perulangan

Misalnya;
                        t1 = 1 : 6
keadaan di atas akan menghasilkan sebuah vector baris yang berisi angka 1 sampai 6 dengan penambahan per-unit atau secara berurutan. Hasil ekspresinya pada MATLAB adalah;
           
                        t1 = 1   2   3   4   5   6

kita juga dapat membuat suatu keadaan dengan penambahan positif atau negative yang kita inginkan, atau lebih spesifikasi lagi. Sebagai contoh pada keadaan berikut:
           
            t2 = 3 : -0.5 : 1

hasilnya
            t2 = 3.0000     2.5000     2.0000     1.5000    1.0000

contoh berikutnya:
           
            t3 = [(0:2:10);(5:-0.2:4)]

hasilnya adalah matrik 2x4, berikut:

            t3 =      0          2.0000    4.0000    6.0000    8.0000    10.0000
                  5.0000       4.8000    4.6000    4.4000    4.2000     4.0000

Linspace dan logspace merupakan dua bentuk lain untuk vector yang juga merupakan fungsi lain dari MATLAB. Adapun bentuk dari kedua fungsi tersebut ialah:
                       
                        Linespace (i,f,np)
                        Logspace(i,f,np)
Keterangan:
-          i     = jumlah mula-mula
-          f     = jumlah akhir
-          np  =  total keseluruhan elemen dalam suati vector
Contoh:
            t4 = linspace (2,6,8)
akan menghasilkan bentuk vector berikut:
            t4 =
                    kolom 1 sampai 7
                    2.0000     2.5714      3.7143       4.2857      4.8571     5.4286

                    Kolom 8
                    6.0000
Elemen individu dalam sebuah matrik dapat ditunjukkan dengan ditandai sisipan di dalamnya. Sebagai contoh, t2 (4) menunjukkan elemen keempat dari vector t2. Selain itu, untuk matrik t3, yakni t3 (:,4) yang menunjukkan elemen tersebut terdapat pada baris ke-2 dan kolom ke-3. Penggunaan titik dua (:) sebagai salh satu tanda yang menunjukkan seluruh baris atau kolom yang sesuai. Sebagai contoh, t3(:,4) yang menunjukkan kolom ke-4 pada matrik t3. Bila persamaan tersebut sama dengan t5, maka:
                       
                        t5 = t3(:,4)
                        t5 =
                                    6.0000
                                    4.4000

Begitupula pada t3(2:,) yang menunjukkan baris ke-2 pada matrik t3. Bila persamaan tersebut sama dengan t6, maka:

                        t6 =
                                    5.0000    4.8000    4.6000    4.4000    4.2000    4.0000

Jika tanda titik dua saja yang terdapat di dalam kurung, seperti t3(:),menunjukkan bahwa matrik hanya berbentuk sebuah vector kolom yang panjang, missal:

                        t7 =
                                    0
                                    5.0000
                                    2.0000
                                    4.8000
                                    4.0000
                                    4.6000
                                    6.0000
                                    4.4000
                                    8.0000
                                    4.2000
                                    10.0000
                                    4.0000


Contoh 1.1

Sebuah tegangan v yang dipasang seri dengan resistansi  R, sesuai dengan hukum OHM, yakni v = Ri, dimana i merupakan arus. Daya terdisipasi pada resistor R dapat dikspresikan ke dalam persamaan berikut:
           
                                                P = Ri2

Jika R = 10W dan arus yang mengalir terus bertambah mulai dari 0 – 10 A dengan penambahan tiap 2A, ekspresikan keadaan tersebut ke dalam program MATLAB agar menghasilkan sebuah table arus, tegangan dan disipasi daya yang dihasilkan.

Solusi:

Bentuk MATLAB
            % Perhitungan tegangan dan daya
            R = 10;            %nilai resistansi
            i = (0:2:10)      %nilai rentang arus
            v = i.*R           %operasi perkalian untuk menghasilkan tegangan
            p = (i.^2)*R     %hitungan untuk daya
            sol = [i v p]      %arus, tegangan, dan nilai daya yang ditunjukkan

Hasil pada MATLAB
            sol =
                        kolom 1- 6
                        0    2    4     6    8    10

                        Kolom 7 – 12
                        0    20     40     60    80    100

                        Kolom 13 – 18
                        0    40    160   360    640    1000

Kolom 1 – 6 menunjukkan nilai arus; kolom 7 – 12 menunjukkan nilai tegangan; kolom 13 – 18 menunjukkan nilai disipasi daya yang dihasilkan.
Continue reading →

OPERASI DASAR PADA MATLAB

0 komentar
Ketika menggunakan program MATLAB, pada command window akan menampilkan prompt>>. Ini menunjukkan MATLAB telah siap untuk dimasuki data atau mengeksekusi instruksi. Untuk keluar dari program, ketik instruksi

exit or quit

MATLAB memiliki tab yang berfungsi untuk mengetahui instruksi-instruksi atau sub-menu lainnya yang dimilikinya, yaitu pada tab

help

instruksi help diikuti oleh sebuah fungsi yang berguna untuk mendapatkan informasi yang lebih specific mengenai fungsi MATLAB. Sebagai contoh, untuk mendapatkan info tercepat mengenai penggunaan transformasi Fourier atau fft, kita dapat langsung mengetik instruksi:

help fft

data awal pada objek MATLAB adalah sebuah matrik dengan bentuk rectangular yang di dalamnya mengandung elemen bilangan real atau bilangan komplek. Scalar diperkirakan merupakan bentuk matrik 1x1. Vector dianggap sebagai matriks dengan sebuah baris atau kolom. MATLAB tidak memiliki dimensi atau deklarasi. Dalam proses memasukkan data atau variable bekerja secara otomatis sesuai dengan data atau variable yang digunakan.

Bentuk umum opersi matri dalam MATLAB:

variable – ungkapan

Ungkapan dapat langsung diketik oleh si pengguna untuk diartikan dan dievaluasi secara langsung dengan memanfaatkan MATLAB. Tanda titik koma (;) pada MATLAB digunakan untuk mengakhiri sebuah program. MATLAB juga mampu untuk mengeksekusi sejumlah instruksi yang diperintahkan di dalam file workspace. Hal ini aka didiskusikan lebih rinci pada bagian 1.6.
Berikut ini merupakan matrik dengan ordo 3x3

                                    1  2  3
                        A =      2  3   4
                                    3  4   5

Penulisan pada MATLAB:

A = [1 2 3; 2 3 4; 3 4 5];

Yang perlu diingat dalam penulisanbentuk matriks ke dalam MATLAB harus berada di dalam tanda kurung [    ], dengan elemen pemisah tiap barisnya dtunjukkan dengan spasi atau tanda koma. Sedangkan untuk baris terakhir diikuti dengan tanda titik koma (;). Matrik A dapat juga dimasukkan ke dalam MATLAB dengan bentuk sbb:

                        A = [ 1 2 3
                                  2 3 4
                                  3 4 5];

Dalam hal ini, dapat lebih efisien karena mengurangi penggunaan tanda (;) yang berulang-ulang kali. Untuk vector B dengan satu baris mengandung 4 elemen, yakni:

                        B = [6  9  12  15  18]              

Penulisan pada MATLAB:

B = [6  9  12  15  18];
Atau
B = [6  9  12  15  18]

Untuk lebih memudahkan pembacaannya, lebih baik diberi spasi daripada tanda koma disetiap elemen. Baris dari vector B dapat dijadikan sebuah vector dengan elemen berbentuk kolom melalui transposition, yang dapat diekspresikan ke dalam bentuk notasi berikut:

                        C = B’

Hasil dari operasi di atas ialah:
                        C =
                                    6
9
12
15
18

Cara lain untuk memperoleh vector C adalah:
                        C =     [6
9
12
15
18]
            Atau
                        C = [6;  9;  12;  15;  18]

MATLAB memiliki sensitivitas tinggi dalam penamaan variable disetiap pemberian instruksi dan fungsinya. Seperti b dengan B keduanya bukanlah variable yang sama. Jika Anda ingin membatalkan instruksi tersebut, anda dapat memanfaatkan instruksi

                        casesen off

Untuk mengubah ukuran sebuah specific variable, ketik size( ). Contohnya, untuk mendapatkan ukuran dari matrik A, kamu dapat mengeksekusi perintah berikut:

                        size(A)

Keadaan tersebut akan menampilkan dua bagian pada baris vector. Pertama jumlah baris matrik A, kedua jumlah kolom pada matrik A.

Untuk mendapatkan daftar variable yang pernah dan sedang dipergunakan pada MATLAB, dapat memanfaatkan instruksi whos, yang nantinya akan menampilkan title dan dimensi variable. 
Continue reading →

MATLAB

1 komentar
MATLAB merupakan salah satu software perhitungan numeric untuk bidang teknik serta ilmu pengetahuan. MATLAB merupakan singkatan dari MATRIX LABORATORY. MATLAB merupakan alat pertama yang dapat digunakan untuk menghitung operasi matrik. MATLAB dikembangkan oleh John Little and Cleve Moler of Math Work, Inc. MATLAB sesungguhnya diciptakan untuk menyediakan provider mengenai perhitungan matrik yang dapat diakses dengan mudah kedalam dua bentuk software yakni LINPACK dan EISPACK.

MATLAB merupakan bahasa tingkat tinggi yang menggunakan tipe data sebuah matrik dasar dengan dimensi luas. Didalamnya bukan berupa kompilasi atau links sebagai penjalan program seperti C atau FORTAN. Menggunakan MATLAB merupakan solusi tercepat dibandingkan dengan menggunakan C atau FORTAN. Semua perhitungan dalam bentuk komplek memiliki kepresisian perhitungan arimatik yang ganda dan memiliki nilai kakurattan yang terjamin.

MATLAB kaya akan kemampuan dalam menggambar grafik. Di MATLAB kita akan mendapatkan gambar grafik yang nyaris sempurna dengan aslinya. Selain itu, pengguna juga dapat memanfaatkan fungsi lain dari MATLAB dalam hal pembuatan modul-modul baru.

MATLAB mempunyai banyak koleksi toolbar dalam sebuah varietas domain. Beberapa contoh toolbar MATLAB yang berfungsi sebagai system control, memproses suatu sinyal, jaringan pusat, pemrosesan gambar, dan system identifikasi. Toolbar tersebut memiliki banyak fungsi yang dapat digunakan dalam bentuk perhitungan pada sebuah spesifikasi domain.
Continue reading →
Sabtu, 16 Juni 2012

Sistem Kontrol Kontinyu

0 komentar
A. Pengertian Sistem Kontrol Kontinyu
Sebelum kita definisikan sistem kontrol kontinyu secara keseluruhan, saya akan mendefinisikannya perkata dulu.

Sistem
Sistem adalah sesuatu yang memiliki beberapa sub-sistem yang terhubung satu dengan lainnya, mempunyai suatu input dan menghasilkan suatu output untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan/ ditetapkan.

Kontrol
Kontrol adalah pola yang menunjukkan sebuah sistem yang memiliki peraturan (regulation) atau mengikuti jalanan peristiwa (tracking phenomenon). Peraturan (regulation)  tersebut berhubungan dengan penolakan gangguan, sedangkan tracking berhubungan dengan output yang mengikuti input.

Kontinyu
Kontinyu adalah tidak terputus-putus atau sebuah sinyal yang nilainya sepanjang waktu, sedangkan discreate sebaliknya yaitu terputus-putus atau sinyal yang mempunyai nilai dari waktu tertentu saja, seperti pada t=n*0.1s dimana n = 0, 1, 2, 3 dst. 

Sistem Kontrol Kontinyu
Setelah adanya definisi perkata diatas, Maka Sistem Kontrol Kontinyu adalah sesuatu yang memiliki beberapa sub-sistem yang terhubung satu dengan lainnya dan memiliki input dan menghasilkan output yang dikontrol baik menggunakan regulation atau tracking phenomenon secara tidak terputus-putus (kontinyu) untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

B. Manual VS Otomatis
Manual menandakan bahwa sebuah sistem membutuhkan campur tangan manusia untuk bekerja semestinya, sedangkan otomatis menandakan sebuah sistem memapu bekerja sendiri tanpa campur tangan manusia. Dan dalam sistem otomatis keberadaan manusia digantikan dengan alat yang disebut controller. Dalam kasus lain, sistem otomatis memiliki performa lebih baik dari pada sistem manual.

C. Loop Terbuka VS Loop Tertutup
Sebuah sistem dikatakan loop terbuka bila sistem tersebut tidak memiliki umpan balik, selain itu disebut loop tertutup. Feedback atau umpan balik didefinisikan sebagai sebuah hubungan penyampaian isyarat output ke kontroler. Isyarat ini menjadikan kontroler mampu menggerakkan sistem dengan tepat. Bayangkan bahwa sebuah sistem loop terbuka seperti seorang tunanetra yang sedang menembak suatu sasaran.
Gambar Sistem Kontrol Loop Tertutup 
Keterangan tambahan:
  • Plant adalah subjek dari sistem yang di kontrol.
  • Setpoint mewakili sebuah nilai yang diberikan oleh operator yang akan direalisasikan oleh sistem dan akan muncul pada output.
  • Sensor dan Pengkondisi sinyal adalah perangkat untuk mengukur output/ nilai aktual. Setpoint dan output dari sensor adalah sebagai input bagi kontroler. Dengan menggunakan algoritma, kontroler menghasilkan manipulasi/ sinyal terkontrol, yang dikirimkan ke plant melalui aktuator/ driver sehingga output/ nilai aktual sama dengan setpoint.
  • Error adalah perbedaan antara setpoint dan nilai aktual.
Diterjemahkan dan disempurnakan oleh seputar-elektronika dari diktat mata kuliah sistem kontrol kontinyu

Continue reading →
Kamis, 14 Juni 2012

Cara Menambahkan Library pada CodevisionAVR

5 komentar
Pada post sebelumnya, saya telah mempost bagaimana cara menambahkan library pada AVR Studio, nah pada postingan kali ini saya akan menjabarkan gimana cara menambahkan library pada codevision AVR.

Sebenarnya tidak terlalu beda cara menambahkannya, namun ada beberapa cara yang harus dilakukan agar tidak mengalami error ketika di compile. Oke langsung saja berikut cara menambahkannya:

Pertama, seperti biasa satukan file-file library yang akan ditambahkan pada folder dari projek yang dibuat, biasanya terdiri dari 2 file, yang pertama berformat .c dan yang kedua berformat .h.

Setelah dipindahkan, langsung saja beralih ke lembar kerja pada CodevisionAVR. Pada sebelah kiri lembar kerja, klik kanan project dan pilih open lalu tambahkan kedua file library tadi yang akan digunakan.

Biasanya setelah ditambahkan akan berada di other files seperti yang saya lingkari warna merah pada gambar dibawah ini


Jangan lupa di lembar kerja bagian atas di includekan sesuai dengan nama dari file library yang berformat .h seperti contoh yang saya lingkari warna merah dibawah ini
Biasanya jika menggunakan AVR studio cara diatas sudah selesai untuk menambahkan library, namun jika di codevision jika hanya menggunakan cara diatas akan timbul error pada saat di compile seperti dibawah ini:
Nah langkah selanjutnya ini agar tidak mengalami error ketika mencompilenya seperti gambar diatas, maka ikuti langkah berikut:
Klik menu projek pada bar sebelah atas lembar kerja dan pilih configure.
 Setelah itu akan muncul menu seperti berikut:
Klik tombol add, dan pilih file library berformat .c yang akan di tambahkan. 

Selesai sudah dan selamat mencoba:D





Continue reading →
Rabu, 13 Juni 2012

Menambahkan Library Pada AVR Studio 4

0 komentar
Pada postingan kali ini saya akan mengulas bagaimana cara menambahkan library pada AVR Studio. Sebelumnya sudah saya posting bagaimana cara membuat library. Oke langsung aja ya ke pembahasan.

Pertama, kita harus satukan dulu file library yang akan kita tambahakan ke folder dari projek yang kita buat biasanya terdiri dari 2 file, yang pertama berformat .c dan yang kedua berformat .h.

Setelah  itu pindah ke lembar kerja pada AVR studio, pada bagian kiri sebelah lembar kerja klik kanan pada source code dan pilih add existing source file(s) lalu pilih file library yang berformat .c.

Dan tambahkan juga file format .h nya ke Header Files dengan cara klik kanan pada Header Files dan pilih add existing heade file(s) lalu pilih file library yang berformat .h

Setelah selesai diatas maka pada lembar kerja include kan dengan mengetik




selesai sudah.

Oya catatan jika anda ingin menggunakan variable global yang ada pada library tinggal tambahkan extern aja sebelum tipe data dan nama datanya.
contoh:


untuk yang Codevision AVR akan saya post di posting berikutnya:D
Continue reading →

Cara Membuat Library untuk AVR GCC atau CVAVR

2 komentar
Pada postingan pertama saya ini, saya akan memposting tentang cara membuat library untuk AVR GCC atau CVAVR. Mungkin sebagian sudah tau cara membuat library untuk AVR GCC atau CVAVR,  jadi postingan ini untuk yang belum tau aja ya...:D, kalau yang sudah tau ya cari artikel lain aja di blog ini:D

Sebelumnya "Apa keuntungannya sih kita membuat library??" mungkin itu yang pertama kali temen-temen pikirkan ketika baca postingan ini. Hmm penasaran ya, oke langsung aja ini nih kegunaan kita bikin library buat program:.

  1. Dapat digunakan ulang jika suatu saat kita butuh dan kebetulan sama.
  2. Dapat  dapat memperamping tampilan dan mempermudah dalam editing program. hmm gak kebayang kan klo agan bikin program disitu ada keypad, sensor jarak, kontrol pid dll dalam satu halaman, bisa pegel tangan tuh kalau agan pengen ngeditnya.

Nah itu kelebihannya bikin library. Oke langsung aja deh gimana caranya bikin library buat AVRGCC atau CVAVR:
Buatlah 2 file bisa menggunakan notepad atau menggunakan AVR Studio Atau Codevision Avr, yang pertama format  .h dan yang kedua .c dan namanya harus sama. 
contoh: lcd_lib.h dan lcd_lib.c

Untuk masalah penamaan, kalau nama filenya lebih satu kata seperti contoh diatas, penamaanya dipisah jangan menggunakan spasi, tapi menggunakan underscore.

Untuk file yang berformat .h coba lihat contoh berikut:



Sedangkan file yang berformat .c coba lihat contoh berikut:



Save kedua file library yang telah agan buat.

Oya catatan dari ane: tidak semua library avr studio bisa digunakan di codevision begitu juga sebaliknya.

Untuk cara menambah library pada AVR GCC dan CVAVR akan saya posting di posting berikutnya:D
Continue reading →